Alat-Alat Kendo - Halaman 2

Clothing





Keikogi terdiri dari bagian gi (jaket) dan hakama (celana). Keduanya terbuat bahan katun dan diwarnai pewarna indigo, yang terbaik dari kualitas ini adalah tipe #10,000 indigo. Kendo gi ada yang terbuat dari 2 lapis atau 1 lapis dan terbuat dari bahan katun berlapis tebal yang ditujukan untuk melindungi dari luka goresan. Seperti juga halnya pada gi untuk karate dan judo, kendo gi didesain untuk mengurangi efek dari pukulan serta pada saat yang sama memudahkan untuk pemakainya bergerak. Beberapa kendo gi juga memiliki lapisan pada jahitan dalam untuk membantu menyerap keringat.

Hakama terbuat dari katun yang tebal tapi dapat juga terbuat dari bahan tetron (serat sintetis ringan), yang kemudian ini semakin banyak digunakan pada iaido. Terdapat 5 buah lipatan dibagian depan hakama dan 1 dibagian belakang. Setiap lipatan dibagian depan menggambarkan 5 nilai Confusius, nilai kemanusiaan, kebajikan, kesopanan, kebijaksanaan, dan kesetiaan. Satu buah lipatan dibagian belakang adalah untuk mengingatkan kita bahwa kesetiaan dan kasih sayang adalah satu hal yang sama dan kita seharusnya mengikuti jejak yang sebenernya, tanpa niat lainnya. 

Hakama dibuat seperti demikian sehingga kita dapat terus mengingat nila-nilai tersebut setiap kita menggunakannya. - ref: Kendo Equipment Manual -www6.big.or.jp/~budogu/manu/topm.htm


 

Terbuat dari bahan katun tipis, tenugui atau kain penutup kepala umumnya dihiasi dengan bentuk kaligrafi Jepang dari berbagai kata-kata filosofi. Dalam penggunaannya, tenugui digunakan untuk menyerap keringat yang jika tidak dilindungi akan langsung turun ke mata pada saat latihan dan juga sebagai tambahan bantalan untuk menahan serangan men. Cara pemakaian tenugui ini dapat beragam dan murid dibebaskan untuk memilih yang menurutnya lebih mudah.




Sword
 
Senjata utama seorang kendoka adalah shinai yaitu berupa pedang bambu yang digunakan untuk kihon (latihan secara umum), keiko (latihan dengan lawan), dan shiai (pertandingan). Shinai terbuat dari susunan 4 buah potongan bambu, lalu shinai ini kemudian disatukan dengan potongan-potongan kulit (saki-gawa, nakayui, tsuka-gawa secara berurutan dari bagian ujung teratas hingga tangkai) dan sebuah tali (tsuru – digunakan untuk menandakan bagian atas dari “pedang”). Sebuah alat penahan disebut tsuba kemudian pasangkan pada shinai untuk melindungi tangan dan dilekatkan pada bagian tsuba-dome. Perawatan shinai adalah sangat penting untuk mencegah dari melukai lawan. Perawatan yang benar dan sesuai juga memberikan dapat pemahaman terhadap penggunanya untuk lebih menghargai bambu itu sendiri, dan juga rekan sesama kendoka. Panjang dan berat yang standar untuk shinai adalah 39/500g untuk pria; 38/420g untuk wanita.


    Bokken adalah terbuat dari potongan kayu yang kuat dan dibentuk menyerupai sebuah katana asli. Beratnya adalah 2/3 dari berat pedang aslinya. Walaupun juga digunakan pada seni beladiri pedang Jepang lainnya (JSA) seperti iaido atau kenjutsu, penggunaan bokken dalam kendo hanya diperuntukan dalam kata. Bokken memiliki 2 jenis yaitu panjang dan pendek, yang pertama merupakan senjata utama dalam kata (tachi-no-kata) dan yang kedua digunakan hanya pada tingkatan mahir (kodachi-no-kata). Seperti juga halnya shinai, bokken bukan merupakan sebuah alat yang dapat dimain-mainkan dengan bebas. Penggunaan yang tidak tepat pada tempatnya dan fungsinya dapat mengakibatkan cidera yang serius.